Kamis, 20 Oktober 2011

Ayam Tolak Pinggang

Beberapa bulan yang lalu, ketika pertama kali mendengar ada ayam tolak pinggang, saya agak kaget juga. Kalau ayam bekisar, ayam ketawa, atau ayam kate saya sudah pernah dengar, tapi ini ayam tolak pinggang….apalagi ini….??? Jadi penasaran juga…..

Menurut omongan orang-orang, ayam tolak pinggang itu adanya di daerah sekitar Makassar tepatnya di Botonompo Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Kebetulan sekali mumpung lagi di Makassar saya langsung hunting itu ayam. Setelah ditelusuri, ketemulah sebuah lokasi yang katanya memiliki ayam tolak pinggang itu. Tempat sederhana yang tidak terlalu luas itu, terletak tidak jauh dari perbatasan kota Makassar dengan Kabupaten Gowa. Tempat ini konon merupakan cabang dari biang ayam tolak pinggang yang ada di Botonompo.

Saya sebenarnya sempat ragu untuk masuk ke tempat itu karena di situ tidak ada tanda-tanda kehidupan ayam—seperti kandang ayam, pakan ayam, ataupun suara ayam. Dari depan yang terlihat malah kursi-kursi dan meja yang tertata rapi. Tapi tak apalah, demi ayam tolak pinggang saya masuk juga ke tempat itu.

“Ada ayam tolak pinggang mas?” tanyaku. “ada pak. beli berapa porsi?” jawab mas-mas yang lagi duduk di tempat itu. “Porsi???” tanyaku dalam hati. Sejurus kemudian saya lirik spanduk di tempat…gubrakkkk !!!!…..weee lha dalah….ternyata ayam tolak pinggang itu rupanya sebuah nama untuk ayam panggang khas Botonompo tho… hehehe…kirain ayam unik layaknya ayam ketawa … kuliner nech jadinya.

Jenis ayam yang di panggang di situ adalah ayam kampung. Satu porsi untuk satu orang. Satu porsi itu, ya satu ayam utuh. Tapi jangan kuatir kalau ggak bisa ngehabisin, karena ayamnya ggak terlalu besar kok ukurannya.

Saat ayam mulai dipanggang, kedua sayapnya diposisikan sedemikian rupa sehingga persis kayak posisi sedang bertolak pinggang. Mungkin inilah kenapa ayam bakar ini disebut dengan Ayam Bakar Tolak Pinggang seperti tertulis dalam spanduk tempat rumah makan itu.

Ayam bakar ini disajikan dengan sambel kecap yang ditempatkan terpisah. Untuk yang hobi pedas atau yang merasa kurang pedas, lombok biji utuh juga disediakan. Sebagai pelengkap hidangan, tempat makan itu juga menawarkan tiga alternative sayur. Ada cah kangkung, “sayur asem”, dan sayur pare.

Kalau cah kangkungnya, tidak ada beda dengan cah kangkung yang biasa dijual di tempat-tempat lain. Untuk “sayur asem” kayaknya agak berbeda dengan sayur asem yang saya kenal selama ini. Setahu saya, sayur asem itu biasanya rasanya agak asem-asem gimana…dan isinya ada kacang panjang yang dipotong pendek-pendek, buah asem, dan kawan-kawannya. Tapi di tempat itu lain banget. Isi sayur asemnya itu --kalau ggak salah-- daun kelor dan rebung yang diiris tipis-tipis. Terus rasanya ggak ada asem-asemnya. Tapi no problemo, mungkin itulah salah satu bukti keunikan negeriku ini, penyebutan boleh sama tapi wujud bisa beda….

Sekarang tentang sayur pare. Pare yang disuguhkan di tempat itu tetap pare yang terkenal pahit itu. Satu porsinya hanya terdiri dari satu potong pare bagian tengah –entah kebetulan dapat tengah atau mesti tengah, saya ggak mudeng--. Yang membuat agak beda dengan sayur pare yang selama ini saya kenal terletak pada kuah dan pengolahannya. Kuah sayur ini warnanya kuning, persis kuahnya opor ayam. Rasanyapun juga mirip-mirip. Untuk pengolahannya, kelihatannya pare tersebut pertama-tama dikeluarkan isinya. Selanjutnya bagian tengah pare yang kosong itu diisi gilingan ikan halus --entah ikan apa itu. Tapi yang pokok dengan perpaduan kuah dan gilingan ikan itu, rasa pare sudah tidak pahit lagi –meskipun ggak hilang sepenuhnya.

Mengenai harga, ggak mahal amat --jauhlah bila dibanding dengan satu porsi ayam engkung yang ada di Jakarta. Mengenai cara penyajian, kelihatannya mereka sudah professional –kita dateng, pesan, dan tidak terlalu lama makanan sudah siap.

Yach..akhirnya begitulah hunting ayam tolak pinggang berakhir. Bolehlah ini sebagai tambahan informasi tempat alternatif pilihan wisata kuliner di Makassar.

Read More......

Kamis, 08 Oktober 2009

Bulok alias Bujang Lokal

Bulok alias Bujang Lokal bukanlah istilah yang asing bagi kebanyakan orang terutama bagi orang laki atau keluarga orang yang sedang/pernah merantau. Ya, hidup berpisah dengan keluarga tercinta bukanlah hal yang mudah. Semua hal yang biasa dijalani bersama-sama seketika berubah. Biasanya pagi bisa antar anak-anak sekolah, berubah menjadi cuman bisa say hello lewat telpon atau video call untuk ucapin met belajar. Yang biasanya tiap pagi nasi goreng hangat dan kupi panas sudah siap di meja makan, berubah menjadi mie instan yang disiram air panas dari dispenser. Biasa sebelum berangkat gawe kecup mesra kening istri, berupah cium-cium milih baju yang mana yang ggak bau-bau bener yang pantas buat ngantor (akibat males nyuci). dan masih banyak lagi dan lagi...Ibarat lagu yang pas buat Bulok adalah "Nyuci-nyuci sendiri, masak-masak sendiri, tidur-tidur pun sendiri...."
Hidup mem-Bulok terkadang bukanlah suatu pilihan. Karena situasi yang memaksa orang mem-Bulok. Entah masalah pendidikan anak-anaknya, entah situasi daerah rantaunya, entah karena fulusnya, dan entah-entah yang laen yang pastinya menjadi alasan kuat mengapa memilih mem-Bulok.
Pilihan Mem-Bulok bukanlah pilihan yang enak dan tanpa resiko. Terlalu banyak godaan dan cobaan yang harus dihadapi oleh pem-Bulok ataupun keluarganya. Mulai dari cobaan /godaan kebutuhan laer maupun baten. Apalagi mem-Bulok berarti menghidupkan 2 (dua) gardan bersamaan. Mesin di rumah semang harus tetep mengepul dan mesin di rantau tak boleh berhenti.
Seberat apapun dan apapun yang ada, harusnya pem-Bulok bisa mensyukurinya. Apapun yang terjadi tetep haris dijalani. Lha gimana lagi, rejeki kita yang diberikan Gusti Allah sudah diatur dan harus diambil di tempat rantau...
Tunggu dan sabarlah nak, istri tercinta...papa, ayah, bapak kalian akan pulang dengan membawa harapan....do'akan mereka semua bisa menjalani semua dengan baek dan benar......

Read More......

Kamis, 15 Januari 2009

MOWAT -Mobil Pesawat




bagi yang pernah nonton pelmnya Harry Potter, pasti udah pernah lihat dong mobil ajaib yang bisa terbang? itu tuch... mobil punya'nya keluarga Weasley yang nyelametin Harry Potter dari kejarannya laba-laba di hutan terlarang itu...
Seandainya di Jakarta bisa punya mobil kaya' gitu, asyik kali yaaa....
kalo pas jalanan macet, tinggal terbang dech....wueesss sampe dech di tempat tujuan
tapi itu cuman di pelm....!!??
upss...jangan putus asa dulu dong... mobil kaya' gitu ternyata bener-bener sudah bisa dibuat oleh manusia. lihat nich gambarnya :


mobil dengan kapasitas 2 tempat duduk ini bukanlah mobil biasa karena selain berfungsi sebagai mobil, juga bisa berfungsi sebagai pesawat terbang. untuk perubahan dari mobil menjadi pesawat tidak butuh waktu lama, hanya 15 detik.



sebagai sebuah mobil, mobil ini dilengkapi dengan setir, accelerator, dan pedal rem. namun untuk tuas pemindah gigi tidak ada .

sebagai sebuah pesawat, pengontrolannya melalui sebuah joystick yang letaknya di deket setir mobil.


data :
range : 500 miles on one 20-gallon tank
cruising speed : 115mph
power : 100 bhp engine
navigation : GPS
harga :GBP 132,000

Read More......

Rabu, 24 Desember 2008

Lagi Sebel Sama Kuli (Kucing Liar)


pagi-pagi pas buka pintu rumah, wueesss....angin pagi menyapa. bebarengan itu hidungku nyium bau anech......bau apaan nich!! bauuuu banget!!!
tengok sana tengok ini, nyari nyari dari mana sumber "polusi" ini...uppssss...apaan tuch..? kok ada benda pateng crenuk di halaman mungilku...
setelah kudekati, weee lhaa dalahh... **k kucing !!! pantes aja baunya kemana-mana. dengan perasaan "senang hati" kubereskanlah hajat si meong itu...
esok paginya, pas buka pintu rumah lagi, wuesss dan mak brengg...bau yang sudah kukenali kembali tercium. "pasti ini kaya' kemarin", tebakku. tanpa buang waktu, langsung aja aku lihat ke halaman mungilku...benarkann **k meong lagi...lalu kubersihkan lagi...
hari ketiga, tragedi itu terulang kembali. hari keempat juga begitu. hari ini sudah masuk hari entah yang keberapa, tapi kejadian itu tetap terulang lagi. bener-bener menyebalkan!!!!
bukan aku tak berusaha untuk menolak bala itu. semua saran yang diberikan orang, udah aku lakukan, tapi hasilnya masih NOL!
ada yang nyaranin "tempat sampah ditutup aja-biar kucing enggak datang lagi", ini sudah aku lakukan dan hasilnya enggak ngaruh tuch...
orang ngomong: "tungguin itu kucing, pas dia datang usir dengan cara sedikit garang-biar kapok" pada mulanya cara ini kelihatan berhasil - pas kita di rumah kucing enggak nongol- lama kelamaan aku nyadar juga kalo ini tidak membawa hasil karena mereka ternyata datang pas kita enggak ada di rumah atau pas kita lagi tidur malem!-.
ada yang nyaranin :"di pagar kasih kasa/jaring kawat-biar kucing enggak bisa masuk". saran ini kelihatannya masuk akal, tapi mengingat kucing bukannya binatang yang enggak bisa lompat bahkan saya lihat sendiri mereka cukup terlatih untuk masalah lompat-melompat pagar, maka aku langsung simpulkan kalo saran ini kayaknya enggak bisa menyelesaikan masalah. dan ternyata kesimpulanku itu terbukti benar, pas nanya tetangga yang melakukan terapi pake kasa/jaring kawat untuk masalah serupa "gimana, berhasil enggak?" jawabnya "enggak ngaruh tuch...sama aja"
wadohhh.....harus gimana lagi ya...?

Read More......

Jumat, 19 Desember 2008

Misteri Jam Swiss Di Kuburan Dinasty Ming


kalau mendengar kata "Swiss", apa yang spontan ada dalam benak anda? Jam!? ya, mungkin rata-rata orang juga akan berkata "Jam" mengapa? karena Swiss memang terkenal dengan jam-jamnya.
Berbicara jam Swiss, ada suatu kejadian yang cukup menarik dan sampai saat ini masih jadi misteri "penemuan jam tangan Swiss di Kuburan Dynasti Ming ".
penemuan jam misterius yang diperkirakan berumur 100 tahun itu, bermula saat para arkeolog -yang sedang memindahkan tanah yang menutupi peti mati yang ada di kuburan Dynasti Ming (yang sudah berumur 400 thun) di daerah Shangsi, China Selatan- menemukan sebuah benda dari logam yang bentuknya menyerupai cincin. pada awalnya mereka mengira barang itu memang sebuah cincin, namun setelah dibersihkan mereka baru tahu kalo itu bukan cincin tapi jam kecil berbentuk seperti cincin dan tertera tulisan "Swiss". Saat ditemukan, jam itu dalam keadaan mati dan dapat diyakini kalo jam itu mati pada pukul 10:06 a.m. (pada saat ditemukan jam menunjukkan pukul 10.06 a.m.)
para arkeolog ini tidak habis pikir darimana asal jam tangan itu, saat Dinasty Ming berkuasa (mulai 1368 sampai 1644) jam belum dikenal dan negara Swiss belum terbentuk (demikian dilansir oleh dailymail). kemisteriusan semakin menjadi setelah mereka yakin bahwa sejak upacara penguburan dilangsungkan, merekalah orang yang pertama datang ke kuburan itu.

Read More......

Kamis, 18 Desember 2008

Mainan Remote Control Paling Dahsyat "Tank PD II"


Gambar di atas dan di bawah, bukan tank perang beneran. ini adalah tank mainan bikinan Mark Spencer. banyak yang mengatakan kalo tank mainan ini adalah mainan remote kontrol yang sangat ekstrim bagi anak cowok.
dengan skala ukuran 1/4 dari aslinya dan berat 250 kg serta panjang 3 meter, kekuatan tank mainan model Tank King Tiger yang digunakan Jerman pada Perang Dunia II ini mampu mendorong mobil anda. yang lebih menarik lagi, ternyata moncong meriam kanonnya dapat kita gerakkan dengan remote kontrol, tentunya kanon itu tak berpeluru. Mainan ini juga dinyatakan mampu berlari dengan kecepatan sampai 10 km/jam.
Mau tahu harganya ? "hanya" £10,000 atau sekitar 150 juta saja......Woww....

Read More......

Sabtu, 13 Desember 2008

Mengapa Lampu Merah Menandakan Berhenti?

Kenapa saat lampu merah berhenti? kenapa pula lampu yang menandakan kita lagi ngerem motor atau mobil dipilih warna merah? kenapa hijau berarti boleh jalan? dan kuning artinya hati-hati?ternyata pemberian dan pemilihan warna-warna itu tidak ngasal atau tidak ngawur. itu aja sejarahnya lho...
begini, ini bermula saat manusia mulai membuat kereta api dan tentunya juga membuat rel kereta api. pada saat itu, sebenarnya warna hijau adalah warna yang dipilih untuk menandakan untuk berhenti dan warna putih dipilih untuk menandakan boleh jalan.
Seiring berjalannya waktu, diketahui bahwa ternyata warna putih -yang menandakan boleh jalan itu- sangat mudah dikaburkan dengan sinar-sinar lainnya dan ini sangat membahayakan. oleh karena itu, lampu tanda boleh jalan diubah menjadi warna hijau. sedangkan untuk tanda berhenti dipilih warna merah.
kenapa yang dipilih
lampu merah untuk menandakan berhenti? bukannya masih banyak warna yang laen?
ternyata alasannya adalah karena warna merah itu dapat memberikan kita suatu perasaan tegang dan tidak aman. selain itu, meskipun dari jarak yang jauh, warna merah ini tetap saja bisa kita lihat dengan jelas!!
Ooo...begono toch...

Read More......

Benarkah Tikus Makan Sabun


"tikus makan sabun...tikus makan sabun..."(nyanyi...)
pernah denger lagu itu kan?
tapi benarkah tikus makan sabun? jawabnya benar! karena saya pernah lihat sendiri ada sabun mandi yang bekas digigit-gigit tikus.
tapi kenapa tikus kok suka maka sabun? bukannya sabun itu pahit?
ech...ternyata itu karena ada sabun yang terbuat dari minyak kelapa atau minyak nabati lainnya dan tikus sangat suka bahan-bahan itu. makanya tikus maen embat aja .
untuk sabun yang tidak terbuat dari miyak kelapa atau minyak nabati lainnya, tikus ogah makan (sabun untuk nyuci baju misalnya).
bagaimana mereka tahu ini sabun yang bisa dimakan atau tidak? ternyata si tikus menggunakan indra penciumannya lho...

Read More......