Pilihan Mem-Bulok bukanlah pilihan yang enak dan tanpa resiko. Terlalu banyak godaan dan cobaan yang harus dihadapi oleh pem-Bulok ataupun keluarganya. Mulai dari cobaan /godaan kebutuhan laer maupun baten. Apalagi mem-Bulok berarti menghidupkan 2 (dua) gardan bersamaan. Mesin di rumah semang harus tetep mengepul dan mesin di rantau tak boleh berhenti.
Seberat apapun dan apapun yang ada, harusnya pem-Bulok bisa mensyukurinya. Apapun yang terjadi tetep haris dijalani. Lha gimana lagi, rejeki kita yang diberikan Gusti Allah sudah diatur dan harus diambil di tempat rantau...
Tunggu dan sabarlah nak, istri tercinta...papa, ayah, bapak kalian akan pulang dengan membawa harapan....do'akan mereka semua bisa menjalani semua dengan baek dan benar......












