Senin, 12 Mei 2008

ASAL MULA KOTA CIANJUR (Cerita Rakyat dari Jawa Barat)

Pada jaman dahulu di daerah jawa barat ada seorang lelaki yang sangat kaya. Seluruh sawah dan lading di desanya menjadi miliknya. Penduduk desa hanya menjadi buruh tani penggarap sawah dan lading lelaki kaya itu. Orang kaya itu oleh penduduk desa dijuluki Pak Kikir karena memang dia adalah orang yang sangat kikir. Kekikirnya Pak kikr tidak pandang bulu, sampai-sampai terhadap anak lelaki satu-satunya pun dia juga sangat pelit.
Untunglah sifat kikir itu tidak menular pada anak lelakinya itu. Anak Pak Kikir itu berwatak baik. Tanpa sepengetahuan ayahnya, sering dia membantu tetangganya yang kesusahan.
Menurut anggapan dan kepercayaan masyarakat desa itu, jika menginginkan hasil panen yang baik dan melimpah maka harus diadakan pesta syukuran denga baik pula. Takut jika panen berikutnya gagal, maka Pak Kikir terpaksa mengadakan pesta syukuran dan selamatan semua warga desa diundang oleh Pak Kikir. Penduduk desa mengira akan mendapatkan makanan yang enak dan lezat dalam selamatan itu. Perkiraan itu meleset, ternyata Pak Kikir hanya menyediakan hidangan ala kadarnya, itupun tidak cukup untuk menjamu seluruh orang yang diundang. Banyakdinatara undangan yang tidak mendapat makanan. Mereka akhirnya hanya dapat mengelus dada atas sikap Pak Kikir yang lagi-lagi terbukti kikir.
” huh!! Sudah berani mengundang orang ternyata tidak dapat menyediakana makanan, sungguh keterlaluan, buat apa hartanya yang segudang itu”
”Tuhan tidak akana memberikan berkah pada jartanya yang banyak itu”
Demikianlah pergunjingan dan sumpah serapah dari orang-orang miskin mewarnai pesta selamatan yang diadakan Pak Kikir.
Pada saat pesta selamatan sedang berlangsung, yiba-tiba datanglah seorang nenek tua renta yang meminta sedekah pda Pak Kikir.
”Tuan... berilah saya sedekah, walau hanya dengan sesuap nasi…”rintih nenek tua itu
”Apa sedekah? Kau kira untuk menanak nasi tidak diperlukan jerih payah hah...?
”Berilah saya sedikit saja dari harta tuan yang berlimpah ruah itu......??”
”Tidak! Cepat pergi dari sini, kalau tidak aku akan suruh tukung pukulku untuk meghajarmu!!”

Nenek itu nampak mengeluarkan air mata.
Demikianlah nenek tua itu tidak mendapat sedekah tetapi malah diusir sevcara kasar oleh Pak Kikir. Dia segera meninggalkan halaman rumah Pak Kikir.
Melihat kejadian itu putera Pak Kikir sangat sedih. Diam-diam dia mengambil jatah makan siangnya, lalu dikejarnya nenek yang sudah sampai di ujung desanya itu, diberikannya makanan itu kepada si nenek.
Nenek itu merasa sangat bergembira ” sengguh baik engkau nak, semoga kelak hidupmu menjadi mulia”
Setelah si anak muda itu pergi, si nenek melanjutkan perjalanannya. Sampailah dia di sebuah bukit dekat desa, dia berhenti sejenak. dilihatnya rumah milik Pak Kikir yang palling besar dan megah di desa itu. Sementara penduduk sekelilingnya menderita katrena ketamakan Pak Kikir.
Karena melihat kelakukan Pak Kikir itu, si nenek marah dan berkata ” ingat-ingatlah Pak Kikir, keserakahan dan kekikiranmu akan menenggelamkan dirimu sendiri. Tuhan akan menimpakan hukuman kepadamu”
Nenek itu lalu menancapkan tongkatnya di tanah, lalu dicabutnya lagi. Dari lubang tancapan itu memancar air yang sangat deras. Makin lama air itu makin besar dan menuju ke desa.
“Banjir!” “Banjirrr!!!!!” teriak orang-orang desa yang mulai panic melihat datangnya air bah dari lembah itu.
Anak Pak Kikir segera menganjurkan orang-orang agar segera meninggalkan desa dan lari ke atas bukit.
“cepat tinggalkan desa ini, larilah ke atas bukit yang aman”
“Tapi sawah dan ternak kita bagaimana?”
“Kalian pilih harta atau jiwa? Sudah tidak ada waktu untuk membawa harta lagi”
Anak Pak Kikir yang bijak itu terus berteriak-teriak mengingatkan penduduk desa. Ia juga membujuk ayahnya agar segera keluar rumah.
”ayah cepat tingga;lkan rumah ini, kita harus segera keluar menyelamatkan diri”
”Apa? Lari begitu saja. Tolol!! Aku harus mengambil peti hartaku yang kusimpan di dalam tanan dulu”
Karena tidak ada waktu anak Pak Kikir segera berlari menyelamatka diri, sementara Pak Kikir terus mengumpulkan harta bendanya. Dia terlambat menyelamatkna diri, akhirnya tenggelam dalam arus air bah.
Sebagian besar penduduk desa termasuk putera Pak Kikir selamat. Mereka sedih melihat desanya tenggelam. Kemudian mereka memutuskan untuk mencari daerah baru. Mereka mengangkat anak Pak Kikir sebagai pemimpin desa mereka yang baru.
Putera Pak Kikir lalu menganjurkan penduduk untuk mengolah tanah yang telah dibagi rata. Pimpinan desa baru itu mengajari penduduk menanam padi dan bagaimana mengairi sawah secara baik. Desa itu kemudian disebut desa Anjuran, penduduk desa selalu mematuhi anjuran pimpinannnya.
Lama kelamaan desa itu berkembang menjadi kota kecil disebut Cianjur. Ci berarti air. Cianjur berarti daerah yang cukup mengandung air. Anjuran pemimpin desa dijadikan pedoman para petani dalam mengolah sawah, maka sampai sekarang ini bersa Cianjur dikenal sangat enak dan gurih.

17 komentar:

  1. ya lumayanlah critanya hampir sm dgn crita rawa permai

    BalasHapus
  2. crtanya bgs
    tambahin aja crta rykt yang lain
    biar gk punh
    cerita rakyat indonesia

    BalasHapus
  3. cerita yang sangat jarang dikenal dunia. supaya lebih seru bagian konfliknya dipertajam ya ! Good lah

    BalasHapus
  4. ya tidak beda jauh memang dengan rawa pening ,tp baguss skali spy cerita rakyat indonesia tidak punah harus terus diperkaya cerita" rakyatnya .good luck .. GBU

    BalasHapus
  5. ada yg versi bahasa sundanya gx?

    BalasHapus
  6. bagus,,,mendidik,,,!!!

    BalasHapus
  7. bisa dijadikan alat pembelajaran nih!

    BalasHapus
  8. ceritanya begus yah

    BalasHapus
  9. ceritanya bagus, kalo bisa tambahkan dengan cerita -cerita kecamatan-kecamatan yang ada dicianjurnya dengan cerita asal mulanya juga... pasti seru!!!!

    BalasHapus
  10. ceritanya sangat bagus sekali dan akan lebih bagus lagi kalo ada versi bahasa sunda nya sesuai dengan kotanya,,,,,tapi ini sangat baguss sekaalliii

    BalasHapus
  11. Antonim mengatakan...
    ceritanya bagus sekali , cerita rakyatnya lebih banyak lagi ya , supaya cerita'' di indonesia tdk punah atau lebih di budayakn lagi ya .....

    BalasHapus
  12. Cerita nya bagus sekali .....numpang ngopi ya??? Kunjungin farrasy-note.blogspot.com

    BalasHapus
  13. Bagi teman2 yang mau download Aplikasi BlackBerry, Thema atau Ringtone BlackBerry ke link ini aja ya :

    http://softwarebb.blogspot.com/

    BalasHapus
  14. dongeng ini adalah jiplakan dari Dongeng Sasalaka Situ Bagendit, Garut. untuk lebih lanjut, saya membuat ulasannya di http://ilhamnurwansah.wordpress.com/2012/04/25/dongeng-asal-muasal-kota-cianjur-perlu-dikaji-ulang/

    mohon cerita ini tidak dijadikan referensi utama untuk karya tulis ilmiah, karena beresiko menimbulkan kesalahpahaman dan "gugatan" dari pemilik dongeng Situ Bagendit.

    BalasHapus
  15. CERITANYA BGS TPI BANYAK KATA2 YG SALAH....

    BalasHapus
  16. kata katanya tolong diperhatikan,masa dongeng ada kata "T***l"nya
    padahal bagus -_-

    BalasHapus