Kamis, 18 September 2008

Menjalani Hidup Dengan Professional

Setiap makhluk hidup yang ada di jagad raya ini masing-masing menjalani peran kehidupannya masing-masing. Para binatang dengan sifat dan naluri kehewanannya menjalani hidupnya. Singa si raja hutan dengan sifat dan naluri membunuhnya akan menjalani takdirnya dengan berburu dan berburu. Meskipun binatang ini tidak dilengkapi dengan akal fikiran, namun dia tidak sembarangan dalam berburu. Dengan nalurinya, dia akan mencari buruan yang menurutnya terbaik, dia akan mencari binatang buruan yang dianggap paling lemah dan punya kemungkinan paling besar untuk dapat ditangkap. Dalam berburu, dia akan mengerahkan segenap kemampuan yang diberikan Tuhan pada dirinya. Dengan larinya yang cepat, dikejar dan ditangkapnya kerbau liar yang lewat dipadang ilalang itu. Dengan kukunya yang tajam, dicengkeramnya kuat-kuat leher kerbau itu. Dengan taringnya yang tajam, dirobek-robeknya kulit dan daging kerbau yang ditakdirkan untuk mati itu.
Singa itu menjalani perannya sebagai pemburu penuh dengan semangat dan kesungguhan.

Lain singa, lain pula cicak. Meskipun sama-sama hewan pemakan hewan, Cicak tidak seperti singa. Cicak tidak bisa seenaknya
dapat memilih mangsanya, tidak seperti apa yang dilakukan singa. Umumnya santapan cicak adalah nyamuk, yang notabene binatang yang punya sayap dan bisa terbang. Sedangkan cicak “hanyalah” makhluk kecil yang tidak bisa terbang yang hidupnya hanya menempel pada dinding atau plafon rumah. Secara perhitungan nalar dan logika, cicak yang menempel di dinding itu sangat susah untuk bisa makan sang buruan yang terbang kian kemari. Namun tiba-tiba “datang seekor nyamuk…hup! lalu ditangkap…”. Dalam secepat kilat, lidah cicak menjulur dengan cepat dan dalam tempo sekejab nyamuk itu sudah berada dalam mulut cicak. Si nyamuk benar-benar menggunakan keahliannya guna menjalani kehidupannya. Kalau dia tidak ahli dan tidak tepat dalam menangkap nyamuk maka yakinlah dia akan kelaparan karena kesempatan untuk menangkap nyamuk itu waktunya hanya sebentar dan kesempatan itu tidak datang setiap saat.

Dua binatang di atas menjalani hidupnya dengan professional. Mereka menjalani perannya penuh dengan kesungguhan dan penghayatan yang sangat tinggi. Mereka tidak tanggung-tanggung dalam menjalani kehidupannya. Kalaupun dia adalah seorang pemburu maka jadilah seorang pemburu yang professional yang ahli dan mumpuni. Kalaulah dia seorang pekerja bangunan, mustinya dengan kedua tangannya dapat tercipta sebuah bangunan yang indah dan kokoh.
Kalupun dia seorang tukang sapu, mustinya lingkungan yang jadi tanggungjawabnya akan bersih indah dan berseri. Kalaulah dia seorang manajer atau bos, mustinya anak buahnya akan sejahtera dan merasa aman menjadi bawahannya.
Pada prinsipnya apapun perannya, harus dilakukan dengan penuh profesionalisme. Jangan nanggung-nanggung atau setengah-setengah.

0 komentar:

Poskan Komentar