menjalani kehidupan tanpa sebuah tujuan bagai buih yang ada di tengah laut. terombang ambing ke sana kemari mengikuti kemana arah gelombang membawanya pergi. sesekali terdampar di pantai yang sepi dan sesekali menabrak karang yang tinggi dan bergerigi.
buih tidak tahu mengapa dia terdampar di pantai itu dan diapun juga tidak mengerti untuk apa dia berada di sini. yang buih sadari adalah dia ikut enaknya dibawa gelombang lautan melintasi indahnya panorama alam ini.
menjalani sebuah kehidupan dengan sebuah tujuan bak elang yang gagah berani. dengan mantapnya pagi-pagi dia meninggalkan sarangnya untuk terbang mengarungi luasnya dunia. pada saat dia mulai mengepakkan sayap, elang sudah mengerti apa tujuan terbangnya yaitu untuk mencari makan. jadi pada saat dia terbang, dirinya sangat fokus mencari calon-calon mangsa yang letaknya nun jauh di bawah posisi dia terbang.
kencangnya angin yang berhembus, dinginnya udara, ataupun teriknya matahari tidak mampu menghalangi terbangnya ini. sebelum dia menemukan apa yang dia cari, dia akan terus terbang dan terbang lagi. dia akan terus mencari dan mencari lagi sampai mendapati apa yang menjadi tujuan terbangnya kali ini.
elang tahu makanan itu untuk menghidupi dia dan keluarganya. dia sadar tugas dia adalah mengawal generasi penerusnya sampai tahap dia bisa mandiri. dia mengerti akhir tujuan ini...
tak sedikit manusia yang menjalani hidupnya bak cerita buih tadi. dia hanya sekedar ikut derasnya arus saja "sak dermo ngelakoni" tanpa mau berusaha mengerti untuk apa dia hidup dan apa tujuan dari hidupnya itu.
jangankan untuk mengerti tujuan hidup, terhadap apa sebenarnya tujuan atas sebuah pekerjaan --yang nyata-nyata sedang dia lakukan-- saja terkadang manusia enggan mau mengerti.
bagaimana mungkin manusia dapat menjalani hidupnya dengan profesional sedangkan tujuan dari hidupnya saja dia belum mengerti???
Selasa, 04 November 2008
Memahami Tujuan Hidup
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar