"terdegradasi " bukanlah istilah yang asing dalam dunia persepakbolaan. istilah ini dalam sepakbola dapat dipahami sebagai sebuah kondisi dimana sebuah klub/tim yang pada awalnya bermain pada sebuah kompetisi dengan level/divisi/tingkat yang tinggi "terpaksa" atau "dipaksa" meninggalkan level/divisi/tingkat tersebut dan diharuskan bermain pada sebuah kompetisi dengan level/divisi/tingkat dibawahnya.
disebut "terpaksa" bila klub tersebut terdegradasi karena aturan main dalam kompetisi itu sendiri, misalnya: degradasi dilakukan terhadap klub/tim yang menempati posisi tiga terbawah pada klasemen akhir kompetisi. ini dapat disimpulkan bahwa klub tersebut terdegradasi karena tidak bisa mampu bersaing dengan klub-klub lainnya.
disebut "dipaksa" bila klub/tim sepakbola tersebut didegradasi karena pelanggaran yang serius yang dilakukannya (seperti pengaturan skor pertandingan). pendegradasian klub ini tidak memandang apakah klub tersebut sebenernya merupakan klub yang bagus/hebat atau tidak.
demikian pula manusia...
semua pasti setuju bila manusia disebut makhluq Tuhan yang lebih mulia dibandingkan dengan hewan. Gusti Allah telah melengkapi diri kita para manusia dengan perangkat yang luar biasa , dan kelengkapan ini oleh Gusti Allah tidak diberikan kepada hewan. kenapa? karena kita manusia adalah yang terpilih sebagai "khalifah fil ardh" yang menjalankan dan memainkan level/divisi kehidupan yang lebih tinggi di dunia dibandingkan hewan.
mengintip kejadian-kejadian kehidupan manusia disekitar kita akhir-akhir ini, sungguh-sungguh miris .
melihat cara manusia manjalankan level kehidupannya, susah dicerna dengan akal sehat.
coba tengok saja berita peristiwa-peristiwa pembunuhan mutilasi akhir-akhir ini, sungguh dan sungguh amat sangat luar biasa kejinya.
pembunuhan terhadap manusia saja sudah merupakan hal paling kejam dan keji. apalagi ini, pembunuhan dengan mutilasi....
ironis sekali!!!
kejadian dan peristiwa itu justru terjadi di saat manusia sedang gencar-gencarnya berusaha menjaga, melindungi, dan melestarikan hewan dari kematian dan kepunahan!!
apakah manusia sudah hilang rasa kemanusiaannya???
apakah ini sebuah pertanda bahwa manusia telah memenuhi syarat untuk terdegradasi sehingga harus masuk ke divisi yang lebih rendah?
ataukah ini hanya sebuah kasus anak manusia saja?
disebut "terpaksa" bila klub tersebut terdegradasi karena aturan main dalam kompetisi itu sendiri, misalnya: degradasi dilakukan terhadap klub/tim yang menempati posisi tiga terbawah pada klasemen akhir kompetisi. ini dapat disimpulkan bahwa klub tersebut terdegradasi karena tidak bisa mampu bersaing dengan klub-klub lainnya.
disebut "dipaksa" bila klub/tim sepakbola tersebut didegradasi karena pelanggaran yang serius yang dilakukannya (seperti pengaturan skor pertandingan). pendegradasian klub ini tidak memandang apakah klub tersebut sebenernya merupakan klub yang bagus/hebat atau tidak.
demikian pula manusia...
semua pasti setuju bila manusia disebut makhluq Tuhan yang lebih mulia dibandingkan dengan hewan. Gusti Allah telah melengkapi diri kita para manusia dengan perangkat yang luar biasa , dan kelengkapan ini oleh Gusti Allah tidak diberikan kepada hewan. kenapa? karena kita manusia adalah yang terpilih sebagai "khalifah fil ardh" yang menjalankan dan memainkan level/divisi kehidupan yang lebih tinggi di dunia dibandingkan hewan.
mengintip kejadian-kejadian kehidupan manusia disekitar kita akhir-akhir ini, sungguh-sungguh miris .
melihat cara manusia manjalankan level kehidupannya, susah dicerna dengan akal sehat.
coba tengok saja berita peristiwa-peristiwa pembunuhan mutilasi akhir-akhir ini, sungguh dan sungguh amat sangat luar biasa kejinya.
pembunuhan terhadap manusia saja sudah merupakan hal paling kejam dan keji. apalagi ini, pembunuhan dengan mutilasi....
ironis sekali!!!
kejadian dan peristiwa itu justru terjadi di saat manusia sedang gencar-gencarnya berusaha menjaga, melindungi, dan melestarikan hewan dari kematian dan kepunahan!!
apakah manusia sudah hilang rasa kemanusiaannya???
apakah ini sebuah pertanda bahwa manusia telah memenuhi syarat untuk terdegradasi sehingga harus masuk ke divisi yang lebih rendah?
ataukah ini hanya sebuah kasus anak manusia saja?

0 komentar:
Poskan Komentar