Rabu, 24 September 2008

H-7, Jalanan Jakarta Lancar


Hari ini H-7 Idul Fitri secara apabila lebaran diasumsikan tanggal 01 Oktober 2008. Pagi ini kondisi jalanan Jakarta tidak seperti biasanya. Di sana-sini lalu lintas berjalan lancar dan tidak terlihat adanya kemacetan atau antrian panjang di lampu-lampu merah di perempatan-perempatan jalan.
Entah apa penyebab kondisi jalanan di pagi ini. Apakah ini merupakan pertanda bahwa acara mudik sudah dimulai? Atau terpengaruh karena telah dimulainya libur hari raya Idul Fitri untuk anak-anak sekolah? Atau penghuni Jakarta hari ini banyak yang bangun kesiangan karena tadi malam melakukan iktikaf dan beribadah di masjid-masjid untuk mendapatkan lailatul Qadar?
Menurut probability-nya, dari tiga factor tersebut, dimulainya libur lebaran untuk anak-anak sekolah di Jakarta yang TMT 24 September 2008 menduduki urutan pertama. Hal tersebut sangat masuk akal, yang mana pada hari biasa orang tua yang biasanya sembari menuju tempat kerjanya mampir nganter dulu ke tempat sekolah anaknya--- hari ini tidak perlu lagi melewati jalur menuju tempat anaknya. Orang tua murid yang sebenarnya jam kerjanya agak siangan (08.30) (yang mana pada hari biasa harus nganter anaknya sekolah terlebih dahulu sehingga dia harus berangkat pagi-pagi juga)—hari ini bisa berangkat agak siangan. Angkot-angkot yang biasa berhenti sak enake dhewe menurunkan dan menaikkan penumpang di jalanan depan sekolah-sekolah--- hari ini tidak terlihat batang hidungnya. Inilah factor yang penting kenapa pagi ini Jakarta relative lancar lalau lintasnya.
Menduduki posisi kedua adalah Jakarta mulai ditinggal mudik para penghuninya. Untuk sebagian orang terutama yang sudah mendapatkan tiket pulkam (pulang kampung) untuk hari ini, mau tidak mau hari ini sudah tidak masuk kerja alias cuti atau meliburkan diri sehingga itu akan mengurangani kendaraan yang turun dan lalu lalang di jalanan. Namun demikian, persentase orang yang mudik pada H-7 (apalagi ini baru hari rabu) sangatlah kecil, mengingat orang akan lebih suka mengambil jatah cuti tahunannya pada hari setelah hari raya, bukan mengambil cuti jauh-jauh hari sebelum lebaran.
Selanjutnya adalah untuk kemungkinan banyak orang Jakarta yang bangun kesiangan karena tadi malam melakukan iktikaf dan beribadah di masjid-masjid untuk mendapatkan lailatul Qadar. Untuk faktor ini kemungkinannya sangat kecil, hal tersebut karena meskipun banyak orang melakukan iktikaf namun mengingat hari ini adalah hari kerja efektif maka sangatlah mudah untuk diyakini bahwa mereka akan berusaha menuju ke tempat kerjanya tepat pada waktunya—apalagi kalau ada ancaman dipotong gaji atau tunjangan bila telat kerja.
OK apapun alasannya yang penting pagi hari ini kondisi jalanan di Jakarta lancar tanpa hambatan. Trimakasih Jakarta, hari ini saya tidak telat ngantor dan bahkan nyampe’ di tempat gawe kepagian…….

Read More......

Senin, 22 September 2008

Nomor Cantik "6666666" Seharga Rp 25 miliar

Ruarrr biasa....satu (1) buah nomor telepon seluler dihargai dan dibeli dengan harga 2,75 juta dolar AS atau sekitar Rp 25 miliar. karena harganya yang muahal itu, maka tercatatlah Buku Rekor Dunia Guinness (Guinness Book of World Records)

Nomor ponsel tersebut bukanlah nomor ponsel biasa tetapi sebuah nomor super cantik yang khusus diperuntukkan pada acara lelang yang diselenggarakan oleh Qatar telecom (Qtel)pada tahun lalu.

mau tahu nomor ponsel itu?? nomornya adalah 6666666.

menurut anda nomor tersebut cantik enggak ya???? cantikan mana sama....ehm...

sumber : suara karya.online

Read More......

Mudik- Momen Berburu Rupiah


Mudik benar-benar menjadi sumber magnet yang mampu menarik semua pihak untuk ikut meramaikannya, terutama para produsen barang atau jasa. Lihatlah bagaimana media masa-media masa yang ada di seluruh penjuru negeri ini, hampir semuanya penuh dengan iklan-iklan yang terkait dengan mudik.

Kalau sudah pasang iklan kaya begitu maka kita dengan gampang bisa menebak bahwa semua ini ujung-ujungnya adalah uang---meskipun banyak dalih bahwa itu semua merupakan bentuk keperdulian terhadap konsumen. yakinlah bahwa mereka secara langsung atau tidak langsung sangat berharap dapat meraup banyak rupiah dari kantong para pemudik yang sudah terlanjur tidak menggunakan rasionya ketika mendengar kata “mudik”. atau mereka sangat berharap bahwa setidaknya brand image mereka akan lebih baik di kemudian hari.

Read More......

Kamis, 18 September 2008

Terapi Sedekah Penyembuh Leukemia

Ketika putranya divonis leukemia oleh dokter, rasa tak percaya dan berjuta perasaan lainnya bercampur aduk dalam diri Diana Ekarini 36. Bagaimana tidak, buah hatinya Abiyyu Nurhakim Jusafardila itu masih berusia 9 tahun!!

Segala usaha dan upaya pengobatan telah dilakukan oleh orang tua Abi.
seperti dilakukannya pengobatan alternatif yang mengandalkan obat-obatan suplemen di Sukabumi. pada awalnya pengobatan ini dirasakan cocok namun beberapa bulan kemudian kondisi Abi ngedrop kembali. dan sayangnya lagi, ternyata sang terapisnya pun mengaku sudah memberikan suplemen yang terbaik untuk Abi.
"Ia (sang terapis) bilang, mungkin jalan satu-satunya Abi harus di kemo," kata Diana, kesal. Meski begitu, ia tetap kukuh menolak anaknya melakukan kemoterapi.

"Saya bilang waktu itu, 'daripada kemo, mendingan uangnya buat sedekah'" tukasnya. Tak dinyana, perkataan Diana itu membuat sang terapis terkejut. Ia lalu menganjurkannya mendatangi Ustad Yusuf Mansyur (dengan Wisata Hati-nya), untuk melakukan terapi sedekah.

Melalui Wisata Hati yang dilakukannya, Diana banyak mempelajari berbagai ketentuan dalam bersedekah, salah satunya dengan melakukan ijab kabul. Bahkan saat itu juga, semua uang yang ia punya disedekahkan. "Hanya disisakan untuk bayar tol pulang saja," akunya.

Ketika itu, uang satu juta rupiah yang ia miliki telah diikhlaskan untuk disedekahkan. Tapi selang tiga hari kemudian, ternyata Diana malah mendapatkan rejeki dari temannya yang tinggal di luar negeri.

"Jumlahnya cukup besar, kalau dirupiahkan bisa mendapat 10 juta-an," tukasnya. Sejak itulah, tekad Diana untuk melakukan terapi sedekah semakin kuat. Sayangnya, ternyata kondisi Abi malah semakin memburuk. Sehingga Diana pun kembali ke dokter yang sama sebelumnya.

"Saat itu dokter sempat menyalahkan saya karena tidak mau menjalani kemoterapi," jelasnya. "Dokter mengatakan, kalau saja sebulan yang lalu Abi melakukan kemoterapi pasti sekarang ia sudah bisa lari-larian."

Tapi Diana tak berkecil hati, ia yakin mungkin inilah jalan yang harus ditempuh Abi. Meski buah hatinya tetap harus di kemo, namun ia puas telah berusaha semaksimal mungkin. Selain kemo, Diana tetap melanjutkan terapi sedekahnya.

"Saya dengan lapang hati mulai sering sedekah dan menambah keyakinan, sampai benar-benar meyakini bahwa kekuatan sedekah itu luar biasa," paparnya lagi. Ketika kondisi Abi mulai membaik, ia melihat bahwa inilah keajaiban yang diberikan padanya.

Bahkan setelah Diana mengikhlaskan communicator-nya untuk disedekahkan, dokter mengatakan kalau dalam tubuh Abi sudah tidak ada blast sama sekali.

Subhanallah, Maha Suci Allah...Tuhan yang tidak pernah mengingkari janji-janjiNya....
Mungkin kini saatnya bersedekah bagi yang belum pernah merasakan kejaiban sedekah...
atau mungkin kini saatnya meningkatkan sedekah kita bagi yang pernah merasakan indah dan ajaibnya sedekah itu....
Allah akan membalas kebaikan kita walaupun seberat biji sawi.....

read the original posting....

Read More......

Menjalani Hidup Dengan Professional

Setiap makhluk hidup yang ada di jagad raya ini masing-masing menjalani peran kehidupannya masing-masing. Para binatang dengan sifat dan naluri kehewanannya menjalani hidupnya. Singa si raja hutan dengan sifat dan naluri membunuhnya akan menjalani takdirnya dengan berburu dan berburu. Meskipun binatang ini tidak dilengkapi dengan akal fikiran, namun dia tidak sembarangan dalam berburu. Dengan nalurinya, dia akan mencari buruan yang menurutnya terbaik, dia akan mencari binatang buruan yang dianggap paling lemah dan punya kemungkinan paling besar untuk dapat ditangkap. Dalam berburu, dia akan mengerahkan segenap kemampuan yang diberikan Tuhan pada dirinya. Dengan larinya yang cepat, dikejar dan ditangkapnya kerbau liar yang lewat dipadang ilalang itu. Dengan kukunya yang tajam, dicengkeramnya kuat-kuat leher kerbau itu. Dengan taringnya yang tajam, dirobek-robeknya kulit dan daging kerbau yang ditakdirkan untuk mati itu.
Singa itu menjalani perannya sebagai pemburu penuh dengan semangat dan kesungguhan.

Lain singa, lain pula cicak. Meskipun sama-sama hewan pemakan hewan, Cicak tidak seperti singa. Cicak tidak bisa seenaknya
dapat memilih mangsanya, tidak seperti apa yang dilakukan singa. Umumnya santapan cicak adalah nyamuk, yang notabene binatang yang punya sayap dan bisa terbang. Sedangkan cicak “hanyalah” makhluk kecil yang tidak bisa terbang yang hidupnya hanya menempel pada dinding atau plafon rumah. Secara perhitungan nalar dan logika, cicak yang menempel di dinding itu sangat susah untuk bisa makan sang buruan yang terbang kian kemari. Namun tiba-tiba “datang seekor nyamuk…hup! lalu ditangkap…”. Dalam secepat kilat, lidah cicak menjulur dengan cepat dan dalam tempo sekejab nyamuk itu sudah berada dalam mulut cicak. Si nyamuk benar-benar menggunakan keahliannya guna menjalani kehidupannya. Kalau dia tidak ahli dan tidak tepat dalam menangkap nyamuk maka yakinlah dia akan kelaparan karena kesempatan untuk menangkap nyamuk itu waktunya hanya sebentar dan kesempatan itu tidak datang setiap saat.

Dua binatang di atas menjalani hidupnya dengan professional. Mereka menjalani perannya penuh dengan kesungguhan dan penghayatan yang sangat tinggi. Mereka tidak tanggung-tanggung dalam menjalani kehidupannya. Kalaupun dia adalah seorang pemburu maka jadilah seorang pemburu yang professional yang ahli dan mumpuni. Kalaulah dia seorang pekerja bangunan, mustinya dengan kedua tangannya dapat tercipta sebuah bangunan yang indah dan kokoh.
Kalupun dia seorang tukang sapu, mustinya lingkungan yang jadi tanggungjawabnya akan bersih indah dan berseri. Kalaulah dia seorang manajer atau bos, mustinya anak buahnya akan sejahtera dan merasa aman menjadi bawahannya.
Pada prinsipnya apapun perannya, harus dilakukan dengan penuh profesionalisme. Jangan nanggung-nanggung atau setengah-setengah.

Read More......

Rabu, 17 September 2008

Foto Moment Selama Paralympics Games Beijing













foto :en.ce.cn

Read More......

Meski Paralympics Hari Ini Berakhir, Tetapi Spirit Tetap Hidup



Paralympics Games yang berlangsung di beijing sejak tanggal 06 september 2008 akan berakhir pada hari ini. Perjuangan para atlet selama 11 hari inipun juga akan berakhir. banyak moment yang terjadi selama di arena pertandingan atau perlombaan. perasaan senang ketika memenangkan perlombaan, dan perasaan sedih ketika kalah dalam perlombaan.
kemenangan atau kekalahan dalam paralympics games bukanlah sebuah akhir dari perjuangan hidup, matinya lampu stadion bukan pertanda matinya semangat hidup, dan sepinya sorak penonton bukan berarti berhentinya detak kehidupan.
hidup terus bergulir. semangat tinggi yang perlu dimiliki. meski paralympics berakhir namun semangat untuk hidup tak pernah padam...

sampai ketemu di Paralympics tahun 2012 di London tempat lahirnya Paralympic Movement, yang mana seorang ahli saraf Sir Ludwig Guttman mengorganisasi perlombaan kursi roda pertama kali di tahun 1948

Read More......

Sabtu, 13 September 2008

(Tidak Ada) Tips Membeli Tiket/Karcis Kereta Api (Untuk Mudik Lebaran)

Bagi para perantau, lebaran berarti mudik. Kata kunci mudik adalah tiket.
Ya tiket adalah kata dan sesuatu yang tidak boleh ketinggalan dan harus ada dalam mempersiapkan lebaran. Tidak ada tiket berarti tidak mudik, kalau tidak mudik berarti lebaran kurang afdhol begitu kira-kira pikiran para perantau. Oleh karena itu, tak herankalau jauh-jauh hari sebelum lebaran bahkan sebelum hari pertama puasa, perburuan tiket mudik sudah dimulai.
Meski harga tiket melambung tinggi sekali, mereka tidak peduli. Meskipun harga sembako ikutan menyesuaikan diri, mereka tidak peduli. Meskipun belum tahu esok mau makan apa, perburuan tiket jalan terus.
Untuk pemudik antar kota antar propinsi di tanah jawa, kereta api adalah angkutan favorit yang banyak dijadikan pilihan oleh pemudik. Selain karena pilihan kelas kereta yang dapat dipilih sesuai dengan kekuatan kantong, kerata api masih dianggap angkutan yang paling aman. Namun demikian untuk mendapatkan tiket kereta api bukanlah hal mudah. Untuk bisa menggenggam tiket butuh suatu perjuangan yang amat dan amat keras.
Penulis sedikit banyak pernah mengalami sendiri suasana dan rasanya berburu tiket ini. Masih segar di ingatan beberapa tahun yang lalu bagaimana rasanya sehabis sahur (kira-kira jam 3an pagi) harus menuju ke stasiun tempat penjualan tiket/karcis (padahal kalu enggak salah loket baru akan dibuka jam 7an). Mengingat pada saat itu yang diburu adalah tiket eksekutif maka ada 3 pilihan tempat yaitu stasiun kota, juanda, gambir, atau jatinegara. Dengan analisa bahwa pusat dan awal keberangkatan kereta dari stasiun kota maka diputuskan untuk ngantri di stasiun kota. Sampai di sana, masyaAllah....ternyata antriannya sudah panjang banget....kami mungkin berada di barian antrian yang kesekian puluh atau bahkan mancapi ratus kali....... meski demikian kami tetap tenang dan tenang....hal tersebut karena untuk ngantri ini kami punya strategi, strateginya yaitu bawa teman. Hal itu penting kaena kalo kita cape atau pengen ke kamar kecil bisa gantian dan otomatis nomor antrian kita tidak berubah.
Tunggu punya tunggu akhirnya loketpun dibuka....matahari dengan sinar paginya sekan menyapa ”selamat pagi para pengantri....sudah capek apa belum????”
Satu persatu orang dilayani....dan antrian semakin maju-maju dan maju. Semakin dekat dengan loket semakin deg-degan karena berharap-harap cemas ”semoga tiket kereta idaman kami tidak habis...”
Ketakutan kami terbukti....
jam 9-an ada pengumuman bahwa ”tiket kereta ”A” untuk tanggal sekian telah habis!!!” langsung lemas rasanya dengkul/lutut ini, terlebih lagi sebenarnya antrian kami sedikit lagi sampai ke loket.
Rasa Jengkel, dongkol, gondok, capek, dan panik bercampur aduk dalam benak. Pikir punya pikir ”siapa tahu di stasiun lainnya masih tersisa tiket”, akhirnya kami cepat-cepat menuju ke stasiun juanda. Di juanda suasana ternyata lebih parah lagi, antriannya panjang berkeok kelok tidak kethuan mana pangkal mana ujung. Untuk ikut antripun tidak tahu harus mulai dari mana...akhirnya kita menuju ke Gambir. Di Gambir suasananya lebih sepi...dan itu membuat kami menjadi agak bingung??!!kenapa kok sepi???dan benar ternyata pestanya di situ sudah bubar alias sudah habis tiketnya.....
Pada akhirnya kami menyerah. Saat itu kami sadar bahwa perjuangan panjang dan melelahkan kami itu berakhir pada 2 (dua) pilihan yang sangat sulit : tidak mudik atau mudik dengan tiket dari para calo yang harganya muahal betul!!!

Entahlah, sejak beralih dari angkutan kereta ke angkutan lainnya saya tidak tahu bagaimana kabar perburuan tiket kereta api yang sekarang ini, apakah masih seru seperti itu atau sudah berbeda??

Read More......

Seandainya Semua Bulan adalah Ramadhan

Subhanallah, Luar biasa, Ramadhan adalah benar-benar bulan penuh berkah. Bulan ini benar-benar membawa berkah bagi siapa saja. Coba tengok pasar-pasar, coba tengok mal-mal, coba tengok warung-warung makan, atau coba tengok ke bengkel-bengkel, semuanya ramai oleh para konsumen. Barang yang dulunya tidak begitu dicari, di bulan Ramadhan ini orang ramai-ramai mencari barang itu. Contoh kecil aja, orang yang dulunya enggak begitu butuh baju koko/baju takwa tiba-tiba pas ramadhan ini merasa dia perlu baju kok. Orang yang dulunya enggak suka timun suri, tiba-tiba sangat ingin mencoba rasanya berbuka puasa dengan timun suri.
Di bulan ini, rasa-rasanya apa saja yang dijual kayaknya laku dech…
Orang seakan sudah tidak memperdulikan lagi harga barang yang dia beli, pokoknya ingin ini ada duit maka beli. Maka tak mengherankan apabila konon katanya pada saat bulan puasa inflasi naik. Menurut saya sebenarnya orang bukannya tidak peduil tetapi “memaklumi” kenaikan harga itu.
Dengan banyaknya transaksi jual beli itu mengakibatkan uang berputar dengan cepat dan kondisi seperti ini secara langsung maupun tidak langsung dapat menggerakkan roda perekonomian walau dalam skala tertentu. Tak masalah perekonomian bergerak maupun tidak, tapi yang pasti banyak orang yang merasa senang dan bisa tersenyum bahagia atas rejeki yang mereka peroleh selama bulan Ramadhan ini. Rejeki itu dapat dikatakan sebagai salah satu berkah dari bulan yang mulia ini.

Nabi bersabda : “andaikata umatku tahu pasti tentang sesuatu yang tersembunyi dalam bulan ramadhan, pasti mereka megharap seluruh bulan dalam setahun menjadi bulan ramadhan”

Read More......

Jumat, 12 September 2008

Peluang Investasi!!! Jangan Ragu, Karena JanjiNya Pasti!!!

Di saat hasil investasi saham/reksadana/unitlink tidak dapat diprediksi karena IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) kadang naik kadang turun tanpa bisa diprediksi oleh para ahli, di saat mencari kerja susah, di saat harga barang-barang bukan sekedar hanya tahap naik tetapi sudah sampai berubah--- ada sebuah penawaran investasi dengan janji imbalan yang pasti dan janji itu tidak bakal dipungkiri.
Investasi ini sebenarnya berlaku sepanjang tahun, namun pada kesempatan ini Sang Pemberi Janji menawarkan sebuah program khusus yang sangatlah menarik bagi orang yang tahu dan berakal. Program ini sangat menjanjikan hasilnya yang mana hasilnya akan lebih besar daripada investasi pada program regular. Pada program ini yang dulunya dihitung sunat sekarang dihitung setara dengan yang wajib, sedangkan yang dulunya dihitung wajib maka dilipat gandakan hasilnya. Hasil investasi yang paling besar yang dijanjikan olehNya adalah Surga!!ya...surga!!!
Untuk ikut program khusus investasi ini cukup gampang!!! Tinggal baca aturanNya, Jalankan aturanNya, dan jangan sekali-kali melanggar aturan itu (melanggar aturan: berarti kita yang rugi, bukan Sang Pemberi Janji yang rugi karena Dia Sang Maha Kaya!!!). Aturan yang perlu kita lakukanpun juga cukup relatif ringan kok, dan yakinlah kita pasti bisa menjalankannya. Semisal shalat 5 waktu (1 kali shalat kurang lebih 10 menitan), menahan lapar dan dahaga (dari subuh hingga maghrib), membanyak sedekah (enggak perlu nunggu punya banyak duit!! Sedekah dengan senyumpun juga diterima kok).
OK.... Jangan ketinggalan!!!!
Catatan: Program khusus ini berlaku hanya 1 (satu) bulan yaitu dimulai 1 ramadhan sampai dengan akhir bulan ramadhan.
Buruan ikut!!!!
Mumpung belum habis masa program ini!!!!
tinggal beberapa hari lagi!!!

Read More......

Senin, 08 September 2008

Ditemukan, Program Pelacak Jamaah Haji

source: hiyatullah.com

Peneliti Universiti Sains Malaysia (USM) menemukan alat pelacak jamaah haji. Alat bisa akan mengidentifikasi gerakan para jamaah haji dari Malaysia

Salah satu universitas terkemuka di Malaysia, Universiti Sains Malaysia (USM), merancang sebuah program berteknologi canggih untuk melacak keberadaan para calon jamaah selama melakukan ibadah haji.

"Prototip ini merupakan keberhasilan besar," ujar Menteri Ahmad Zahid Hamidi. USM sudah menjalin kerja sama dengan Sistem Manajemen Pelacakan Jamaah Haji PTMS sejak tahun lalu. Mereka juga bekerja sama dengan perguruan tinggi Umm-Al-Qura UQU di Makkah. Program ini dibuat untuk melacak perkembangan dan keberadaan para calon jamaah selama menunaikan ibadah haji.

"USM meluncurkan prototip PTMS tahun lalu menggunakan koper beberapa responden lokal yang menunaikan haji. Sebuah pilot project akan digelar pada musim haji mendatang," jelas Ahmad.

Pada tahap berikutnya, peneliti USM akan menggunakan identifikasi frekuensi radio RFID untuk melacak gerakan para jamaah haji dari Malaysia. Bila cara ini terbukti sukses, teknologi baru ini bisa dipakai di seluruh dunia.

PTMS akan dipasarkan dalam lima tahun mendatang. Bila selesai dibuat, sistem pelacakan ini termasuk pelacakan paspor, kesehatan, koper dan alat pengenal RFID pemantau para jamaah yang akan di-scan di beberapa lokasi di Mekah.

Lebih dari dua juta muslim datang ke Arab Saudi setiap tahun untuk menuaikan ibadah haji. Program ini menggunakan teknologi modern untuk memberikan lingkungan lebih baik buat para jamaah. Teknologi ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan gerakan yang dialami para jamaah.

"Layanan di Mekah dan Madinah perlu diadaptasi untuk teknologi modern. USM menciptakan sistem yang dapat dipakai untuk 50 hingga 100 tahun ke depan, sekaligus memenuhi peningkatan jumlah jamaah haji," tambah Ahmad.

Pemerintah Saudi berusaha menggunakan teknologi modern untuk memfasilitasi ibadah haji. Mereka membuat jaringan penyiaran yang canggih dan standar keamanan baru untuk terowongan yang dilewati kendaraan dan rute yang dilalui para jemaah haji pada November nanti. Desember lalu, Saudi berencana membangun lima monorail dan sistem jalur KA yang menghubungkan Makkah dan Madinah.

Read More......

Rabu, 03 September 2008

Pengumuman Penerimaan STAN-PRODIP Keuangan Tahun 2008

pengumuman penerimaan mahasiswa baru STAN-PRODIP Keuangan Tahun 2008 dapat dilihat
di sini...
Untuk daftar nama-nama yang lulus Ujian Stan Prodip dapat didownload di sini....

Read More......

Selasa, 02 September 2008

Asal Usul bedug

source; ANTARA

Bedug merupakan instrumen musik tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu dengan fungsi sebagai alat komunikasi baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun politik.

"Bedug diduga kuat berasal dari India dan China," kata penulis Yudhistira Ardi Nugraha Moelyana Massardi (Yudhis) di Jakarta, Selasa.

Konon, kata penulis novel "Arjuna Mencari Cinta" (1977) itu, ketika Laksamana Cheng Hoo datang ke Semarang, mereka disambut baik oleh Raja Jawa pada masa itu.

"Ketika Cheng Hoo hendak pergi dan ingin memberikan hadiah, Raja di Semarang tidak meminta apa-apa kecuali mengatakan `Saya ingin mendengarkan suara bedug di mesjid-mesjid`," katanya.

Sejak itu, bedug pun menjadi bagian dari mesjid, seperti di China, Korea dan Jepang, yang menempatkan bedug di kuil-kuil Buddha sebagai alat komunikasi ritual (penanda kegiatan ritual).

"Di Indonesia, alat itu dibunyikan untuk pemberitahuan waktu sembahyang (salat), tapi belakangan di era Orde baru (Orba), bedug menjadi bagian dari politik keagamaan dan pemerintahan," katanya.

Saat Orba berkuasa, katanya, pernah ada gerakan pembersihan mesjid dari unsur-unsur non Islam, sehingga bedug yang dianggap bukan berasal dari budaya Islam pun dikeluarkan dari surau, langgar, atau mesjid, dan diganti dengan pengeras suara.

"Gerakan itu dilakukan oleh kaum Islam modernis, namun orang NU yang puritan melakukan perlawanan, sehingga kita lihat masih ada mesjid yang tetap mempertahankan bedug sebagai bagian di dalamnya," katanya.

Ia menilai pembersihan bedug dari mesjid adalah kegiatan politik pemerintah pada masa itu untuk mendekati umat Islam, khususnya kaum modernis dalam Islam (Muhammadiyah).

"Penggunaan pengeras suara dimaksudkan supaya isi khotbah para imam bisa terdengar. Maksudnya, terdengar oleh aparat intelijen," kata Yudhis, tersenyum.

baca lengkapnya....

Read More......

Khutbah Muhammad Rasulullah Menyambut Ramadhan

source: hidayatullah.com

Selain memerintah syaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah 'azimat' Nabi tatkala memasuki Ramadhan!

“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia!
Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”

“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”

“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”

Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”

“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”

“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).

Read More......

Masjid Si Pitung Marunda


Masjid yang terletak di tepi Pantai Marunda Pulau, Kelurahan Cilincing Jakarta Utara ini sebenarnya bernama Masjid Al Alam, namun masjid itu lebih kesohor sebagai Masjid Si Pitung. Hal tersebut konon lantaran Si Pitung banyak menghabiskan waktu bermainnya, belajar agama, belajar 'pukulan' sampai sembunyi dari opas dan kompeni di masjid ini.

Meski Masjid itu terkenal dengan nama masjid Si Pitung, namun bukan berarti Si Pitung atau keluarganya yang membangun masjid ini.
Kalau bukan Si Pitung, yang ngebangun itu mesjid siapa dunk???
pertanyaan di atas susah dijawabnye karena tidak diketahui dengan pasti siapa pendiri masjid ini dan konon kabar kaburnye (berdasarkan dongeng yang sudah turun temurun yang ada di masyarakat di sekitar mesjid) dahulu proses pembuatan dan pembangunan masjid ini hanya dalam tempo sehari semalam saja. lantaran itulah orang-orang sekitar situ juga menyebut masjid itu dengan sebutan Masjid Gaib.

Masjid ini diperkirakan dibangun pada tahun 1600-an. Arsitekturnya mengingatkan pada model Masjid Demak, namun berskala lebih mini-ukuran 10x10 m2. Atapnya yang berbentuk joglo ditopang oleh 4 pilar bulat kuntet, seperti kaki bidak catur. Mihrab---pas dengan ukuran badan menjorok kedalam tembok, berada di sebelah kanan mimbar. Berbeda dengan masjid tua lain, uniknya masjid ini berplafon setinggi 2 meter dari lantai dalam.

Masjid ini sampai sekarang masih aktif, hampir di setiap waktu-waktu sholat-terutama maghrib, dan 'isya, Masjid Al Alam selalu diramaikan jamaahnya. Bukan Cuma itu, kelihatannya masjid ini sering didatangi para peziarah pula. Hal ini terlihat dengan dibangunnya sebuah pendopo persis di belakang masjid, sebelah timur.

Untuk menjangkau masjid, dari terminal Tanjung Priok ada angkutan umum yang menuju ke Pasar Cilincing. Dan dari pasar Cilincing, pengunjung mesti berganti angkutan yang menuju ke arah Marunda. Dapat pula dipilih Angkot jurusan Bulak Turi, yang melintas ke jalan masuk wilayah perkampungan Marunda.

Read More......

Mengapa Marhaban bukan Ahlan Wa Sahlan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Marhaban diartikan “kata seru untuk menyambut atau menghormati tamu (yang berarti selamat datang)”. Ini sama dengan ahlan wa sahlan yang diartikan sebagai “selamat datang”.
Kalau dalam kamus mempunyai arti yang sama kenapa pula kata yang digunakan adalah kata Marhaban untuk menyambut Ramadhan (Marhaban Ya Ramadhan)??? Bukan Ahlan Wa Sahlan Ya Ramadhan???

Alasan para ulama menggunakan kata Marhaban untuk menyambut Ramadhan bukannya ahlan wa sahlan, karena ada perbedaan dalam artinya.

Ahlan berasal dari kata ahl yang berarti keluarga, sedangkan sahlan berasal dari kata sahl yang berarti “mudah” (sahl juga berarti “dataran rendah’ yang mudah dilalui oleh pejalan kaki, tidak seperti tanjakan tinggi)
Ahlan wa sahlan adalah ungkapan selamat datang yang dicelahnya terdapat kalimat tersirat “(anda berada di tengah) keluarga dan (melangkahkan kaki di) dataran rendah yang mudah” .

Marhaban berasal dari kata rahb yang berarti “luas atau lapang”, sehingga marhaban menggambarkan bahwa tamu yang datang disambut dan diterima dengan dada lapang, penuh kegembiraan, serta dipersiapkan baginya ruangan yang luas untuk melakukan apa saja yang diinginkannya.

Jelaslah sudah bahwa Marhaban Ya Ramadhan—“Selamat Datang Ya Ramadhan”, berarti “kami menyambutmu dengan penuh kegembiraan dan kami persiapkan untukmu tempat yang luas agar engkau bebas melakukan apa saja, yang berkaitan dengan upaya mengasah dan mengasuh jiwa”.

Marhaban Ya Ramadhan, kami dengan gembira menyambutmu dan siap melakukan apa saja demi memperoleh kemuliaan dan kebaikan itu.

Read More......